Mencurilah!!!

Aku ingin kaya…bagaimanapun aku ingin kaya!!! itulah kata-kata ‘nyleneh’ dari hatiku.  Anda pasti bingung dengan apa yang aku tulis ini.  Memang terkadang mencuri merupakan perbuatan yang sangat haram di semua agama.  Tapi, kata-kata ‘mencuri’ itu malah membuat aku semakin semangat untuk melakukannya.

Eiiittss….jangan salah!! mencuri yang aku lakukan ini tidak lain yait mencuri dari sebuah ilmu yang bermanfaat.  Memang aku ingin kaya tapi bukan kaya dari materi saja tapi bagaimana dari mencuri ilmu yang bermanfaat itu bisa menjadikan kekayaan dalam diri kita sendiri dan orang lain.  Aku selalu mengejar kekayaan tapi bukan ditunjukkan dengan barang atau materi berupa kendaraan bermotor yang jumlahnya banyak, emas yang ber kilo-kilo sampai rumah yang mewah, aku inigin menunjukkan dengan kepribadian yang bisa mendatangkan manfaat bagi orang lain.

Aku juga melakukan praktikum dengan perilaku aku sendiri terhadap orang yang ingin aku curi ilmunya dan aku pikir ilmu itu pastinya akan bermanfaat bagiku dan masa depanku,  praktikum dimulai dari meminjam laptop seniorku dimana laptop itu menyimpan beberapa data-data yang bisa aku pelajari dan kembangkan di kemudian hari, dengan modal flash disk 2 G dengan harga 50.000 dikala itu aku langsung menancapkan flash disk itu ke laptopnya berdalih meminjam laptop untuk menyelesaikan tugas-tugasku tetapi dengan diam-diam dan perlahan aku cari data-data yang aku ingin pelajari dan dapatlah data yang aku inginkan dan sampai sekarang aku bisa mengembangkannya.

Praktikum yang kedua, hal ini hampir sama dengan kisahku diatas tetapi hal ini aku mempelajari secara visual tetapi tetap berusaha bagaimana cara-cara jitu untuk memutuskan sebuah perencanaam kerja.  Aku ikutin orang yang aku curi dan aku amatai gerak-gerik dan positif atau negetifnya dari hal ini.  Hummm….hasilnya pun cukup memberikan kontribusi ke aku shg menjadi ‘decision maker’.

Tapi aku yakin dengan seperti ini bisa membuat aku semakin mengembangkan sayap dalam berkarya tetap mengedepankan masa depanku ini.  Sebetulnya, kata ‘mencuri’ ini merupakan kiasan aku sendiri dalam menjalani hidup ini dan lebih tepatnya adalah kata ‘mencuri’ diganti dengan ‘belajar’.

Jangan mengejar jabatan!!!

Teman-teman dunia maya..sudah lama saya tidak membuat artikel di blog ini.  Hampir setengah tahun tidak menjamahnya sehingga artikel di blog ini tidak pernah di update.  Kali ini saya ingin sedikit berbagi perihal pengejaran sebuah jabatan dan golongan…

Artikel ini diilhami dan dikisahkan oleh saya sendiri sebagai karyawan di salah satu perusahaan swasta di Indonesia.  Terkadang seorang karyawan sering sekali mengejar sebuah jabatan ataupun golongan dengan didasari tanpa keahlian sehingga sikap diri yang terbentuk bukanlah menjadi pribadi yang qualifite tetapi menjadi prbadi yang hanya dihantui oleh pengejaran sebuah jabatan dan golongan.  Mereka yang memiliki jabatan yang lebih tinggi juga terkadang lupa dengan asal muasal atau awal dari karirnya tanpa ada penunjukkan dari pribadinya bahwa ia memiliki keahlian khusus.

Jabatan ataupun golongan akan mengikuti atas hal prestasi yang telah diberikan oleh seorang karyawan kepada perusahaan serta tidak hanya itu saja, tingkah laku dan etika bersikap juga sebagai dasar pembentukan jabatan/golongan layak didapatkan oleh karyawan yang berprestasi.  Hanya saja, perlu waktu untuk mendapatkan itu semua tidak secara “short cut”.

Apabila sudah mendapatkan jabatan/golongan, haruslah kita juga mengingat kepada bawahan kita dimana mereka pula yang mendukung kita dan memberikan yang terbaik untuk sebuah tim kerja yang baik.  Prestasi anak buah juga perlu kita perhatikan dan hindari sikap mau menang sendiri kepada anak buah.  Anak buah yang baik pastinya memberikan sebuah “brainstorming” yang menakjubkan kepada tim.  Maka, berikanlah sebuah penghargaan kepadanya sesuai dengan kapasitas yang harus mereka dapat.  Ingat..tidak hanya prestasi semata tetapi pertimbangkan juga atas hal kesopanan tingkah laku…

Pada dasarnya yang harus kita petik dalam kesuksesan dalam segala bidang memang tidaklah mudah perlu perjuangan dan katakan

“Aku tidak pernah menyerah dan aku tidak akan tahu sebelum aku mencobanya!!”

(inspired by: my wife “igie”)

Sedikit berbagi “Komunikasi Asertif”

I. PENGERTIAN KOMUNIKASI ASERTIF (ASSERTIVE COMMUNICATION)

Komunikasi asertif merupakan komunikasi yang berdiri pada titik tengah antara komunikasi pasif dan agresif  dimana komunikasi ini mengedepankan cara pandang untuk mengemukakan pendapat dan perasaan tanpa memaksakan kehendak serta tidak melanggar hak-hak orang lain.  Tipe komunikasi ini selalu mensinergikan sudut pandang yang berbeda sehingga tercipta suasana yang win-win solution diantara kedua belah pihak.  Dalam berkomunikasi secara asertif memiliki pembelajaran-pembelajaran yang terkandung dan menghasilkan penjelasan-penjelasan yang baik, mendengarkan dan menghargai sudut pandang yang berbeda dengan melihat perbedaan dari sudut pandang positif. Read more of this post

Antara Budi Pekerti dan Karma

Tulisan ini sengaja aku tulisankan pada siang hari, terlintas dalam otakku akan judul ‘Antara Budi Pekerti dan Karma’.  Segala sesuatu yang terjadi di lingkungan kerjaku baik tingkah laku, cara kerja serta karakteristik beberapa orang yang dapat disimpulkan budi pekerti masing-masing.  Memang pendidikan serta asal muasal daerah tampak sekali dalam lingkungan ini walaupun di lingkungan kerja banyak juga yang memiliki gelar ke-sarjanaan tetapi sayang…gelar tersebut hanyalah simbol tidak mencerminkan kualitas pendidikan.  Ada juga mereka yang berpengalaman dan sudah sangat lama mengabdi di perusahaan tetapi tutur kata, tingkah laku, cara pandang dan cara berpikir masih rendah.  Memang etika kesopanan dalam bertutur kata dapat mencerminkan tingkah laku terlebih mereka sebagai pemimpin.
Harga diri…ya harga diri…selalu aku terapkan dalam pribadiku supaya mereka-mereka yang baru saja mengenal aku tidak melihat dari sisi sebelah mata.  Saat ini mereka masih melihat aku adalah seseorang anak kecil yang baru bergabung dalam dunia kerja…banyak celaan, pandangan sempit yang menerpa dalam diriku.  Tidak hanya itu, tutur kata yang ‘kasar’ sering kali menimpa kepadaku walaupun aku selalu menampakkan diriku sebagai orang yang selalu menghargai orang lain.
Tidak apa-apa…prinsip yang selalu saya pegang adalah “Hukum Karma”.  Percaya atau tidak percaya…tapi aku sudah membuktikannya dengan mencermati segala sesuatu yang menimpa diriku.  Semua berbalik kepada mereka yang pernah mencerca, mencela dan berpandangan sempit.  Karma akan berbalik kepada siapa saja  yang bersikap baik dan buruk.  Mereka yang pernah berbuat baik kepadaku pasti merekapun akan menuai kebaikannya tetapi sebaliknya kalau mereka yang pernah berbuat buruk dan menimpa kepadakau merekapun akan menuai keburukannya.

Ingat..roda akan selalu berputar..kadang kita berada diatas dan kadang kita berada di bawah.  Aku pun mengingatkan kepada diriku sendiri kalau karma yang baik dan buruk juga akan menanti.  Jadi, apa salahnya kita bisa menghargai orang lain dengan dilandasi etika dan moral kita masing-masing dan pasti kita akan menuai buah yang manis…

Salam..blogger….

Talk Less…Do More!!

Sering dengar atau baca judul diatas?? Kalau tidak salah di salah satu pariwara di televisi-televisi?? Pernahkah kita sedikit merenung dan menghayati arti judul diatas??

Kalimat sederhana dalam bentuk Bahasa Inggris yang mengartikan tentang suatu sikap kebiasaan sehari-hari.  “Talk Less..Do More..” kalau ditarik dalam arti yang luas bahwa kalimat tersebut mengartikan bahwa Sebagai manusia dituntut untuk sedikit berbicara atau hemat berbicara dan bahkan berbicara yang dianggap perlu, tidak boros dalam berbicara…tapi apa yang terkandung dalam “Do More”??

“Do More” Mengerjakan sesuatu yang lebih dari kebiasaan dan mendapatkan hasil yang nyata tanpa ada kesan obral omongan/pembicaraan sehingga ide-ide dan gagasan yang baik selalu tercurahkan.   Hasil yang baik tanpa ada obral janji, obral omongan bahkan kesombongan dalam mengerjakan sesuatu.  Sementara, kalau kita bisa lihat di dalam kehidupan sehari-hari orang yang suka banyak bicara dan menyombongkan dirinya merasa bisa dalam menangani semua permasalahan dan selalu meremehkan orang lain biasanya akan menghasilkan kinerja yang kurang efisien malahan menjadikan kalimat “Talk Less..Do More” menjadi “Talk More..Do Less” alias peribahasa dalam Bahasa Indonesia “Tong Kosong Nyaring Bunyinya”

Lebih baik tunjukkan dirimu sebagai manusia yang “Talk Less..Do More” dan bentuklah kinerja suatu tim yang solid dengan menghadirkan ide-ide yang brilian…

——-Banyak omongan dan merasa dirinya hebat…menjadikan derajat kita dihadapan manusia menjadi rendah—–Hematlah berbicara…tunjukkan hasilnya——-

Hargailah anak buah

Sebagai pemimpin yang budiman, selayaknya bisa menghargai dan mengerti akan ide-ide kreatif dari anak buah.  Terkadang kita selaku pemimpin melupakan hal itu dan masih mengikuti “mind set” apa mau seorang pemimpin tanpa mempertimbangkan ide-ide mereka.

Anak buah hanya sebuah jabatan dibawah kita, mereka punya akal dan pikiran yang brilian.  Maka kita selaku pemimpin sudah layaknya mengharagai dan membina dari ide-ide mereka.  Lihatlah potensi dari diri mereka, gali potensi mereka, tanam dan pupuklah serta rawatlah mereka selayaknya kita merawat tanaman.  Seiring sejalannya waktu, kita sebagai pemimpin akan menuai buah yang matang dan segar untuk mencapai tujuan bersama.

Maka dari sekarang…jangan remehkan anak buah, jadikan mereka sebagai tulang punggung roda kerja sebuah tim untuk mencapai tujuan bersama.

Coba laksanakan…

Pemimpin dilahirkan atau dibentuk?

Menurut Anda, Apakah seorang pemimpin itu dilahirkan atau dibentuk??

Silakan tinggalkan komentar Anda untuk dapat disimpulkan bersama-sama, Terimakasih.

Organisasi…penting gak sih!!!??

Organisasi penting gak siihh!!??  Humm…kalian yang masih di bangku sekolah dan kuliah pastinya sudah mengenal dong.. tentang ke-organisasian?? Seperti OSIS, Karang Taruna, Ikatan Mahasiswa dan lain sebagainya.  Tetapi apakah kalian pernah terbesit didalam benak pikiran kalian tentang arti pentingnya organisasi disaat kalian masih muda??

Selain kita sebagai pelajar atau mahasiswa pastinya tugas utama yang harus dituntut adalah mencari ilmu bahkan sampai ke seberang lautan, tapi perlu dipikirkan selain menuntut ilmu perlu  diimbangi dengan ilmu organisasi  disaat kita masih punya semangat jiwa muda.  Organisasi memang harus sedikit dilirik…knapa?? Karena pentingnya dalam organisasi dapat mengembangkan dan membentuk sebuah karakter diri sendiri (character building).  Pola pikir akan terbentuk secara tidak terasa karena organisasi merupakan praktek langsung untuk menangani sebuah tim kerja untuk mencapi tujuan bersama.

Bisa dibilang organisasi merupakan asupan nutrisi tersendiri untuk menumbuh kembangkan pola pikir dan karakter seseorang.  Hanya saja pengaturan waktu (timing set) untuk mengikuti organisasi haruslah perlu diperhatikan, dari beberapa pengamatan ada sesorang pelajar atau mahasiswa yang terlalu ber-organisasi di kampus atau di sekolah malah nilai akademiknya merosot drastis dibanding sebelum mengikuti organisasi.  Nah..kalo kasusnya seperti ini bisa jadi organisasi merupakan penyebab utama kemrosotan nilai atau prestasi akademik.  Ada juga yang mencibir kalo organisasi hanyalah tempat orang-orang malas untuk belajar,  organisasi hanya menyita waktu belajar, organisasi hanya mengganggu kegiatan belajar dan lain sebagainya cibiran yang berpandangan sempit.

Kalo seseorang pelajar atau mahasiswa yang mempunyai pikiran positif pastinya bisa menanggapi sebuah kegiatan organisasi dengan suka hati, pasalnya dari pengalaman organisasi yang telah mereka dapatkan selama belajar di bangku sekolah akan dipetik hasilnya setelah terjun ke dunia kerja.  Cara berpandang dan menyelesaikan sebuah tugas akan terlihat lebih sempurna daripada seseorang yang tidak mempunyai pengalaman sekalipun.  Contohnya: seseorang yang mempunyai jiwa berorganisasi akan bersikap arif dan bijaksana sehingga orang lain yang melihatnya akan menghormati ke orang itu kalau dia mempunyai jiwa organisasi, tetapi kalo yang tidak mempunyai pengalaman dapat dilihat dari sikapnya dalam menghadapi sebuah permasalah akan tampak grogi dan bersikap bingung.

Terlihat juga dalam berkomunikasi, yang berpengalaman organisasi akan menggunakan komunikasinya secara teratur dan enak didengar dibanding dengan yang tidak mempunyai pengalaman dalam berorganisasi.  Komunikasi dalam berorganisasi secara tidak langsung akan belajar tentang kepada siapa kita berbicara?? Bagaimana kita menyampaikan sebuah gagasan atau ide kita ke forum dan bagaimana berkomunikasi di kala sebuah organisasi mengalami permasalahan.

Bagaimana jadinya negara kita tercinta ini kalo kalian semua memandang sempit sebuah organisasi ya…???

Nah..sekarang untuk kalian semua pelajar dan mahasiswa se-Indonesia mari..kembangkan dan tingkatkan kreativitas kalian untuk membangun negara tercinta ini…

 

Be a Leader Like Butterfly

Kupu-kupu (butterfly) merupakan hewan yang sangat cantik dan menawan.  Keindahan dan keunikannya membuat manusia ingin menyentuhnya hingga diawetkan menjadi suatu karya seni yang sangat mahal.

Proses untuk menjadi seekor  kupu-kupu tidaklah mudah, banyak tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh kupu-kupu.  Tahapan-tahapan yang disebut dengan metamorfosa, seekor kupu-kupu harus melalui dari telur-ulat-kepompong kemudian menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah.

Kita tahu bahwa Metamorfosis adalah suatu proses biologi di mana hewan secara fisik mengalami perkembangan biologis setelah dilahirkan atau menetas, melibatkan perubahan bentuk atau struktur melalui pertumbuhan sel dan differensiasi sel. (wikipedia.com)

Nah..dari proses sebuah metamorfosa kupu-kupu, kita bisa mengambil suatu pelajaran yang berharga untuk menjadi seorang pemimpin (leader).  Dibutuhkan perjuangan yang sangat gigih untuk mencapai sebuah tahap excellence.  Metamorfosa seorang pemimpin bisa dipelajari dari metamorfosa seekor kupu-kupu yang akhirnya menjadi seekor kupu-kupu yang sangat indah dan berharga bagi alam sekitar.

Fase awal seekor kupu-kupu adalah telur. Telur merupakan cikal bakal sebuah bibit yang mengandung semua potensi hidup tetapi mempunyai sifat yang pasif.  Sifat yang sangat pasif ini ditandai dengan tidak mampu bergerak bahkan tidak berdaya, sama halnya dengan seorang fresh gradute yang baru saja memasuki dunia kerja.  Sebagai seorang yang baru memasuki dunia kerja, pasti membutuhkan orang lain untuk membimbing kita, orang yang dapat membimbing  untuk melangkah ke fase berikutnya karena seorang fresh graduate sama juga memasuki fase awal dari seekor kupu-kupu.

UlatFase kedua dari seekor kupu-kupu yakni fase telur yang menetas sehingga dalam proses penetasan tersebut menjadi seekor ulat yang menjijikan yang selalu merugikan bagi manusia padahal keduanya antara ulat dan kupu-kupu adalah makhluk yang sama.  Seekor ulat yang selalu menjadi makhluk parasit, makhluk yang selalu memakan dedaunan untuk bertahan hidup dan selalu merayap ke seluruh bagian daun untuk menyantap sebanyak-banyaknya.  Bahkan, bulunya bisa membuat kulit manusia menjadi gatal-gatal.  Tetap saja namanya ulat, ia tidak bergeming apapun walau ia hanya seekor ulat sangat merugikan.  Seekor ulat mempunyai prinsip yang sangat bagus untuk kita petik yaitu “aku tidak berhenti disini untuk menjadi seekor kupu-kupu yang indah” maka ulat akan melanjutkan mempertahankan hidup hingga menjadi seekor kupu-kupu.

Daya tahan atau endurance seekor ulat saja sudah bisa memperlihatkan bahwa perjuangannya tidak berakhir dalam fase ini.  Kembali lagi ke seorang fresh graduate yang baru saja memasuki di dunia kerja, ia tentu belum mengerti banyak hal.  Proaktif belajar dan mencari tahu untuk menjadi mengerti adalah kata kuncinya.  Dalam menerima tugas, hendaknya tidak pilih-pilih karena disekeliling kita merupakan tempat bertanya apabila kita sebagai fresh graduate yang belum sepenuhnya memahami untuk mengerjakan tugas yang diberikan oleh tempat kerja.  Terkadang, seorang senior dapat menjadi lahan bertanya dari juniornya.  Seorang senior pun akan merasa terganggu akan hal ini, tetapi kembali lagi inilah proses belajar.

 

KepompongFase kepompong atau fase yang ketiga dari pembentukkan menjadi seekor kupu-kupu.  Untuk merubah dirinya menjadi seekor kupu-kupu, ia akan memasuki masa yang sangat sulit yaitu ia akan terkurung didalam selubung selama beberapa waktu.  Bertahan hidup dengan mengandalkan sari-sari makanan yang telah ia kumpulkan sebelumnya.  Fase ini bisa dibilang fase pertapa, tidak ada yang tahu pasti apa yang sedang ia kerjakan di dalam selubung.

Lifetime learning.. masa untuk belajar membentuk sebuah karakter yang penting.  Selain mencari pembelajaran, sebuah karakter atau jati diri harus terbentuk yang nantinya akan bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.  Contoh seorang fresh graduate yang akan menginjak menjadi seorang senior, diharapakan ia semakin pandai serta memberikan kontribusi pemikiran yang brilian bagi tempat kerjanya.  Semua bisa dicapai jika ia dapat mengambil hikmah pelajaran (lesson learned) yang diberikan di setiap tugas dan modal pelajaran itulah yang akan menjalankan project berikutnya menuju yang lebih baik.

 

Kupu-kupuAkhirnya…kupu-kupu berterbangan kesana kemari setelah melewati fase kepompong, saat ini ia berada di fase puncak. Sekarang, seekor kupu-kupu dengan sayap yang indah merupakan hasil buah kesabaran, ketekunan dan perjuangan yang sangat melelahkan.  Bagi seorang karyawan senior,  ia telah mencapai keberhasilan mengenali potensi diri yang terbaik dalam dirinya.  Potensi ini diharapkan  ia mampu menyelesaikan setiap tugas dengan baik hingga ia dilihat dan diakui oleh orang atas keberadaannya.

 

Tetapi, apakah sang kupu-kupu akan berhenti sampai sini? Jawabannya tentu “tidak”, ia akan terbang kesana kemari menggunakan sayapnya yang indah, badannya yang ringan, gayanya yang indah serta lincah tanpa suara.  Sang kupu-kupu tadi akan hinggap dari bunga yang satu menuju ke bunga yang lain, ia secara instuisi membantu  penyerbukan silang.  

Penyerbukan silang yang terjadi di dalam suatu tempat kerja yakni apabila terdapat senior yang telah memiliki kemampuan dan ketrampilan pastinya akan melatih kepada juniornya untuk mengerjakan sesuatu yang diberikan dari tempat kerjanya secara profesional.  Oleh karena itu, suatu tempat kerja akan bertumbuh secara dewasa (mature) dan profesional.  Implikasi yang dapat diambil dari proses ini, mereka yang tergabung dalam sebuah tim kerja akan memultiplikasi ke beberapa inovasi yang diimbangi kreatifitas untuk membentuk suatu usaha yang lain demi kemajuan suatu lingkup kerja.

 

Jadi beberapa fase-fase metamorfosa kupu-kupu yang menjadi filosofi dari silent leadership.  Tipikal ledaership yang sedikit bicara tetapi memberikan bukti nyata akan hasil yang ia perbuat.  Komitmen yang kuat serta ketekunan mendasari menjadi seorang “silent leadership”.  Dan, “Be leader like butterfly” inilah yang akan dicari dari suatu lingkup kerja untuk memajukan kehidupan tim kerja.

 

 

Writer:

Vembri Affiano

(C) July 2009-07-19

 

Reff:

www.wikipedia.com

Brain Newsletter July 2009, PT. Smart Tbk

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.