Abdi Dalem Keraton Yogya Dapat THR Rp7 Ribu

Teringat dengan almarhum mbah di Jogja yang mana semasa hidupnya menjadi abdi dalem Kraton Jogjakarta.  Pengabdian beliau kepada Kraton sangat diacungi jempol.  Kesehariannya selalu mengenakan pakaian adat Jogja seperti foto disamping ini.
Siang tadi aku iseng-iseng mencari rubrik tentang kehidupan abdi dalem Kraton Jogja di Mbah Google, humm..ada rubrik yang menarik tentang para abdi dalem Jogja yang mendapatkan tunjangan hari raya pada tahun ini.  Coba aja deh baca kutipan dari VIVAnews dibawah…

VIVAnews – Para abdi dalem Keraton Yogyakarta mendapatkan tunjangan hari raya atau gaji ke-13 pada lebaran tahun ini.

“Selama ini kami (para abdi dalem Kraton Yogyakarta) tidak ada THR, baru ada mulai tahun lalu dan sekarang,” kata abdi dalem juru kunci Kraton Yogyakarta, Mas Bekel Hastono Raharjo kepada Vivanews.com, Minggu 7 Agustus 2011.

Mas Bekel mengatakan besaran THR yang diberikan kepada abdi dalem keraton sesuai dengan gaji bulanan mereka. Sehingga nominalnya tidak sama. Untuk abdi sekelas dirinya, mendapat Rp15 ribu, sedangkan abdi dalem yang pangkatnya ‘Jajar’ (baru diangkat) mendapat Rp7 ribu.

Meski mengaku THR itu tak cukup untuk menafkahi anak dan istri, dia tetap merasa bahagia dan mensyukuri hadiah yang didapatkan dari keraton tersebut. “Ini pengabdian, niatnya murni mengabdi, ikhlas, ketika bertugas malah tombok buat makan,” kata dia.

“Malah kalau bertugas piket di Keraton 12 hari sekali cuma Rp100, sekarang sudah naik jadi Rp500.”
Di mana saja para abdi dalam ini tinggal. “Abdi dalem ada yang dari Gunung Kidul, Bantul, Sleman, Kulonprogo dan bahkan Cilacap (Jateng),” kata dia. (sj)
http://nasional.vivanews.com/news/re…t-thr-rp7-ribu

*untuk mbah-mbahku yang telah mendahului kami…mantan abdi dalem Kraton Yogyakarta*

“Hamemayu Hayuning Bhawana”

Jogjakarta..kota penuh kenangan..lambang ini membuat kota Jogjakarta semakin kharismatik.  Bagaimana tidak..selama aku merantau dan bersinggah di beberapa kota dari Jogja-Jakarta-Bangka-Jambi ternyata lambang ini sering aku jumpai baik dalam bentuk stiker, logam kuningan, sablon kaos dan bnyk lagi.  Read more of this post

‘The Royal Channel‘ (YouTube)

Ada berita menarik tentang “The 2011 UK Royal Wedding” antara Prince Willian dan ‘Kate’ Catherine Middleton bahwa dari media YouTube akan menyiarkan acara ini secara langsung (live) di internet.  Pernikahan akbar yang akan menghabiskan ratusan milyar rupiah ini dapat disaksikan pada hari Juma’t (29/4) waktu setempat, jadi jangan sia-siakan momen sakral ini…buka akses internet dan…watch it..

Djogja Onthel Carnival 2010 (D.O.C 2010)

 

D.O.C 2010 (Djogja Onthel Carnival) akan diadakan oleh Paguyuban Sepeda Onthel Djogjakarta (PODJOK) pada tanggal 10-11 Juli 2010 mendatang di Benteng Vrederburg Jogjakarta.

Untuk itu mari simak acara-acara dibawah ini.

________________________________________

Ada 4 (empat) atjara pokok jang akan diselenggaraken jakni:

 

  1.  Pasar 1001 Klithikan: 10-11 Djoeli 2010
  2. Silahtoerahmi Antar Perkoempoelan: 10 Djoeli 2010 djam 19.30 WIB
  3. Karnaval Onthel : 11 Djoeli 2010 djam 7.00 WIB
  4. Panggoeng Gembira & Oendian Hadiah: 11 Djoeli 2010 djam 9.00 WIB

 Ketentoean-Ketentoean:

            ·        Tiket Atjara: Rp 25.000,- per orang.

o       Peserta mendapatken djatah: Kartu Peserta, Pin, dan  Sarapan Pagi.

o       Pendaftaran peserta paling akhir diterima Sabtoe 11 Djoeli djam 24.00.

  • Pindjaman Sepeda Onthel: Rp 50.000,- oentoek paket 2 hari.
  • Boersa Sepeda: Rp 10.000,- per sepeda.
  • Klithikan Besar dengan tempat djoealan seloeas (3 x 2) m2: Rp 150.000,-
  • Klithikan Kecil dengan tempat djoealan seloeas (1,5 x 1) m2: Rp 75.000,-

Untuk info lebih lanjut silakan mengunjungi  ke www.podjok.com

salam..onthelis…

Suku Sawang Miliki Kearifan Lokal

Kepulauan Bangka - Belitung

Suku Sawang…ya..suku sawang merupakan suku yang mendiami Kepulauan Bangka-Belitung.  Komunitas suku sawang ini tergolong unik dari suku-suku yang lain di Indonesia, suku sawang lebih memilih tinggal di laut atau di pinggir pantai dahulu mereka dalam kesehariannya tinggal di dalam perahu.  Kehidupan mereka yang telah mendiami di Kepualauan Bangka-Belitung memilliki karifan lokal yang kental dan hingga saat ini Suku Sawang masih eksis di daerah Bangka Selatan, Belitung dan Belitung Timur.

Tradisi Suku Sawang yang hingga saat ini masih dilangsungkan yaitu Tradisi “Buang Jung”.  Buang Jung adalah tradisi dimana komunitas Suku Sawang membuat miniatur perahu yang nantinya akan dilarungkan ke laut lepas bersama beraneka kue yang dibuat oleh suku tersebut.  Miniatur perahu yang terbuat dari kayu jeruk antu berisi beberapa kue serta sesaji yang berbentuk seperti ketupat dan ada juga makanan yang dibungkus dengan dedaunan mirip dengan kue lemper.  Setelah acara Buang Jung maka selama 3 (tiga) hari, mereka tidak boleh/dilarang untuk ke laut ini merupakan pantangan adat Suku Sawang.  Buang Jung ini merupakan acara puncak untuk mengakhiri acara-acara yang telah digelar selama sepekan  serta salah satu bentuk rasa syukur mereka kepada Sang Pencipta dan sekaligus memohon perlindungan lahir dan bathin ketika mereka sedang melaut untuk mencari nafkah.

Sketsa Tarian Suku Sawang

Ada beberapa rangkaian acara yang digelar sebelum acara Buang Jung ini berlangsung seperti acara permainan Tunjang Angin.  Permainan ini dilakukan oleh seorang pria yang menari dengan meliuk-liuk diatas dua tiang setinggi 5 meter tetapi sebelum ia melakukan atraksi ini pastinya sudah diberi mantra-mantra dari tetua adat setempat.  Setelah ia diberi mantra maka dalam diri si penari akan kesurupan sehingga ia akan menari mengikuti irama tabuhan suara gendang yang ditabuhkan oleh para tetua adat.  Tari Gajah Manunggang adalah bentuk tarian yang dimainkan oleh muda-mudi setempat dengan gerakan-gerakan seperti orang mengayuh sampan yang gerakannya mengikuti irama tabuhan gendang yang dimainkan oleh 3 (tiga) orang tetua adat.  Gerakan tarian gajah manunggang ini mencerminkan bahwa dahulu kehidupan Suku Sawang berada di perahu dan selalu melaut untuk mencari makan dan nafkarh mereka.

Sumber:

www.kompas.com
Harian Bangka Pos
www.wisatamelayu.com
www.pesisirkota.wordpress.com

Good Performance

Mau dilihat orang lain sebagai pribadi yang disegani, dihormati atau justru diremehkan?? Itu semua tergantung dari pembawaan dari pribadi masing-masing orang.  Disekitar kita selalu menjumpai orang-orang yang bisa kita nilai dari pribadi kita sendiri bahwa orang itu patut disegani, dihormati atau malah diremehkan.

Penampilan memang hal yang paling utama untuk memberikan kesan pertama dimana kita saling mengenal.  Penampilan tidak harus menunjukkan pakaian yang parlente ataukan yang mewah-mewah.  Menurut saya, penampilan yang baik tidak hanya dari tata cara berpakaian tetapi juga harus menguasai keahlian komunikasi, sikap dan etika yang baik.  Lawan bicara akan cepat menilai tentang diri kita, apakah harus dihormati, disegani ataukah diremehkan.

“Good Performance” istilah yang paling tepat untuk pribadi yang ingin menjadi suatu pemimpin dalam sebuah kelompok kerja.  Good performance tidak diartikan sebagai penampilan yang baik dalam berpakaian tetapi diartikan keseluruhan yaitu penampilan dalam berpakaian, bercakapan serta tingkah laku tanpa meninggalkan etika dan moral.

Gaya komunikasi juga bisa mencerminkan pribadi seseorang dalam berperan sebagai pemimpin, coba bandingkan saja gaya komunikasi yang asal-asalan serta tidak fokus dalam suatu pembicaraan, asal bicara dan tidak terarah.  Hal ini akan merusak lajunya sebuah kelompok kerja. Bandingkan dengan komunikasi yang secara urut tidak asal-asalan sehingga dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman bagi anggotanya dan muncul ‘brainstorming’

Tetapi yang paling bisa dilihat dari segi ‘Good Performance’ adalah komunikasi, kenapa?? Karena dari komunikasi akan terlihat bagaimana sikap dan etika dalam pribadi seseorang.

Jadi…nuatlah diri Anda menjadi GOOD PERFORMANCE dan katakan untuk berbuat HIGH PERFORMANCE…

Candi terkubur di lingkungan kampus UII

Benda cagar budaya ini disinyalir bagian dari bangunan candi.  Benda tersebut ditemukan pada hari Jum’at tanggal 11 Desember 2009 ketika para pekerja bangunan menggali tanah.  Sedianya lingkungan di kampus Universitas Islam Indonesia (UII) akan dibangun Gedung Perpustakaan tetapi disaat proses penggaloan pondasi, para pekerja menemukan sebuah batu yang berukir yang dicurigai sebagai bagian dari benda cagar budaya.  Saat ini proses pekerjaan proyek pembangunan untuk sementara dihentikan.  Untuk lebih jelasnya silakan klik link dibawah ini.

http://www.uii.ac.id/content/view/798/257/.

Hari Batik di Indonesia

Lain daripada hari-hari biasa, pakaian batik dikenakan di hampir seluruh instansi-instansi di Indonesia.  Hari ini, Juma’t 2 Oktober 2009 telah dikeluarkan hak paten dari UNESCO.  Untuk merayakannya, beberapa hari yang lalu telah diadakan pengumuman bahwasanya pada hari Juma’t 2 Oktober 2009 diwajibkan seluruh karyawan di instansi-instansi mengenakan busana batik.

Hal ini sangat disambut baik dan positif oleh seluruh masyarakat Indonesia.  Tetapi yang menjadi pertanyaannya, Apakah hanya hari ini saja untuk mengenakan busana batik? Memang beberapa instansi yang sebelumnya sudah mewajibkan para karyawannya untuk mengenakan busana batik pada hari Juma’t atau hari Sabtu dan bahkan beberapa sekolah sudah menjadi pakaian seragam khas sekolah pada hari Juma’t dan Sabtu.

Semoga motif-motif batik yang merupakan warisan budaya Indonesia selalu dipelihara…

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.